Cerita Unik Timnas Cape Verde di Piala Dunia 2026, Panggil Pemain via LinkedIn hingga Banjir Pujian Warganet

  • Administrator
  • Rabu, 08 Juli 2026 11:57
  • 1 Lihat
  • Olahraga

GLOBALPOST.co.id - Cerita Unik Timnas Cape Verde di Piala Dunia 2026, Panggil Pemain via LinkedIn hingga Banjir Pujian Warganet sebagaimana dilansir Kompas.com, 05/07/2026, diambil dari Google Soffya Ranti, Wahyunanda Kusuma Pertiwi.

Perjalanan Cape Verde di Piala Dunia 2026 memang sudah berakhir di babak 32 besar. Namun, negara kepulauan kecil di Afrika Barat itu, akan menjadi salah satu tim yang akan dikenang manis dalam perhelatan sepak bola akbar tahun ini. Perjalanan timnas Cape Verde cukup unik, bahkan sebelum memulai perjuangan mereka di FIFA World Cup 2026. Saat mulai menyusun tim untuk timnas, salah satu pemain diundang melalui platform profesional LinkedIn.

Hal ini cukup tidak lazim. Biasanya, pencarian pemain sepak bola, termasuk untuk naturalisasi, dilakukan lewat agen atau federasi sepak bola. Pemain yang "direkrut" via LinkedIn itu adalah Roberto "Pico" Lopes. Bek Cape Verde yang Dipanggil Timnas via Linkedin Bek berusia 33 tahun tersebut lahir dan besar di Dublin, Irlandia, dari ibu berdarah Irlandia dan ayah asal Cape Verde. Bertahun-tahun ia menjalani kehidupan biasa sebagai penasihat hipotek di Dublin sambil bermain sepak bola paruh waktu bersama Bohemians di Liga Irlandia.

Sepuluh tahun lalu, sulit membayangkan Lopes akan berdiri di panggung Piala Dunia mewakili sebuah negara kepulauan kecil di Samudra Atlantik. Titik balik pertama datang pada 2017 saat Shamrock Rovers menawarkan kesempatan baginya untuk meninggalkan pekerjaan kantoran dan menjadi pesepak bola profesional penuh waktu.

"Saya tidak menikmati pekerjaan itu," ungkap Lopes kepada BBC Sport. Dua tahun kemudian, hidupnya berubah lagi dengan cara yang jauh lebih tidak biasa. Pelatih Cape Verde saat itu, Rui Águas, mengetahui bahwa ayah Lopes, Carlos, berasal dari Cape Verde sehingga sang pemain memenuhi syarat naturalisasi untuk membela negara tersebut berdasarkan aturan FIFA.

Namun alih-alih melalui agen atau federasi sepak bola, undangan itu datang melalui LinkedIn. Águas mengirim pesan dalam bahasa Portugis kepada Lopes melalui platform profesional tersebut. Sayangnya, pesan itu justru diabaikan selama hampir sembilan bulan karena Lopes mengira pesan tersebut hanyalah spam. "Saya merasa sangat tidak sopan karena tidak membalas pesannya selama berbulan-bulan," kenang Lopes.

Son Heung Min Minta Maaf "Saya menyalin pesannya dan memasukkannya ke Google Translate." Inti pesan tersebut ternyata sederhana namun mengubah hidupnya. "'Kami sedang mencari pemain baru untuk skuad Cape Verde, apakah kamu tertarik untuk membela Cape Verde?' Saya langsung semangat. Saya bilang, 'Ya, 100 persen saya mau!”

Bagi Lopes sendiri, tampil di Piala Dunia menjadi pencapaian yang jauh melampaui sepak bola. Beberapa hari setelah Cape Verde memastikan tiket ke Piala Dunia, istrinya, Leah, melahirkan putra pertama mereka yang diberi nama Diego.

Sebelum jadi pemain Tim Nasional Tanjung Verde adalah analis hipotek bank.(Euro News) "Sejak kecil, setiap pemain muda bermimpi bisa bermain di level tertinggi. Bagi saya, tidak ada yang lebih tinggi dari Piala Dunia," ujar Lopes.

"Bisa mewakili keluarga saya, membawa nama keluarga kami ke salah satu ajang olahraga terbesar di dunia, membuat saya sangat bangga," imbuhnya.

Sejak melakukan debut pada 2019, Lopes berkembang menjadi salah satu pemain paling penting bagi Cape Verde dan kini telah 44 kali bermain bersama tim nasional. Namun menang di hati penggemar bola Perjuangan Cape Verde di Piala Dunia 2026 terhenti di babak 32 besar. Selama 19 hari, mereka menyedot perhatian dunia dengan lini pertahanan yang layak mendapat jempol. Betapa tidak. Vozinha dkk berhasil menahan tiga juara dunia, yakni Timnas Spanyol, Uruguay, dan terkini Argentina, tanpa kekalahan dalam pertandingan yang bergulir 90 menit.

Juara bertahan, Argentina, pun bahkan dibuat bekerja lebih keras saat melawan Cape Verde. Messi dkk baru bisa mengamankan tiket ke 16 besar di tambahan waktu. (Kmps/Red/Lik)

Komentar

0 Komentar