Kadin Dukung Prabowo Capai Target Pertumbuhan Ekonomi RI 8 Persen

  • Administrator
  • Sabtu, 01 Agustus 2026 20:18
  • 17 Lihat
  • Ekbis

Globalpost.co.id (Jakarta) – Akhirnya Presiden Prabowo Subianto menerima jajaran Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia pusat dan daerah, serta para pimpinan asosiasi dunia usaha di Istana Negara, Jakarta, Jumat (31/7/2026). Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog antara pemerintah dan pelaku usaha mengenai kondisi perekonomian, pelaksanaan program prioritas nasional, serta peluang memperkuat kolaborasi ke depan.

 

Dalam arahannya, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas kehadiran para pengusaha dari berbagai daerah di Indonesia. Menurutnya, pertemuan dengan Kadin menjadi langkah penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dalam mendukung pembangunan nasional.

 

“Saya juga ingin ucapkan terima kasih atas kehadiran saudara-saudara di sini. Waktu saya dilapori bahwa Kadin ingin datang, saya bilang ini sangat penting, dan saya prioritaskan untuk menerima saudara-saudara,” ujar Prabowo.

 

Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie menegaskan, komitmen Kadin untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional sekaligus mendukung target pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 8%.

 

Dikatakan Anindya, dunia usaha telah mempersiapkan diri menghadapi berbagai tantangan ekonomi dan geopolitik global. Menurutnya, Kadin memilih tetap optimistis serta mencari solusi bersama pemerintah, terutama dalam memperkuat ketahanan pangan, energi, dan ekonomi sebagai bagian dari ketahanan nasional.

 

“Kadin sejak tahun lalu menyiapkan diri. Kami memilih untuk berpikir optimis dan mencari solusi, karena ke mana pun kami pergi, setiap negara juga menghadapi tantangan yang sama,” ungkap Anindya.

 

Ia menambahkan, kolaborasi yang erat antara pemerintah daerah dan dunia usaha telah mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah. Pertumbuhan tersebut tidak hanya ditopang oleh APBN dan APBD, tetapi juga berasal dari investasi, kreativitas, serta inisiatif pelaku usaha di daerah.

 

Anindya juga melaporkan empat program prioritas Kadin yang disiapkan untuk mendukung agenda pemerintah, yakni makan bergizi gratis gotong royong, pemeriksaan kesehatan gratis, perlindungan dan peningkatan kompetensi pekerja migran Indonesia, serta renovasi rumah tidak layak huni.

 

Dalam program MBG, Kadin telah berkontribusi melalui 866 dapur, termasuk 128 dapur di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Selain itu, Kadin menyiapkan sertifikasi dan pelatihan bagi 208.000 pekerja migran Indonesia agar memiliki kompetensi yang lebih tinggi, sekaligus mendukung program pembangunan tiga juta rumah yang diyakini mampu menggerakkan berbagai sektor ekonomi dan menciptakan lapangan kerja.

 

Di bidang diplomasi ekonomi, Kadin membentuk Kadin Global Engagement Office untuk mengoptimalkan berbagai kesepakatan perdagangan dan kemitraan ekonomi. Lembaga tersebut diharapkan mampu menjembatani peluang investasi, perdagangan, dan industrialisasi bersama pelaku usaha, Kadin daerah, serta berbagai asosiasi.

 

Kadin juga memperkenalkan inisiatif We Buy From Indonesia, sebuah platform teknologi dan perdagangan yang menampilkan produk-produk Indonesia yang telah menjadi bagian dari rantai pasok global. Platform ini diharapkan mampu memperluas pasar, meningkatkan pembelian produk dalam negeri, serta memperkuat kapasitas produsen nasional.

 

Menutup laporannya, Anindya menegaskan kesiapan dunia usaha untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah dalam mempercepat transformasi ekonomi nasional agar Indonesia mampu keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah.

 

“Ekonomi Indonesia sudah tumbuh selama 20 tahun 5%. Tapi kita ketahui bahwa untuk bisa naik kelas melewati middle income trap, kita mesti bertahap menuju 8%. Dan kami melihat apabila kita bekerja sama, ini suatu hal yang mungkin sekali dilakukan,” tutupnya. (Red/Lik)

Komentar

0 Komentar

Tanya Admin